Sering sakit kepala? Jangan anggap sepele. Kenali jenis sakit kepala Anda dan pastikan Anda mendapatkan perawatan.

Sakit kepala merupakan keluhan kesehatan yang sering dialami oleh setiap orang, tanpa mengenal batasan usia maupun gender. Obat penghilang rasa nyeri kepala pun dijual bebas dan dapat dikonsumsi jika terjadi keluhan. Namun sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas, kenali gejala dan penyebab sakit kepala Anda, terlebih jika yang Anda alami merupakan sakit kepala berulang. Berikut penjelasan dari dokter spesialis saraf 

Sakit Kepala VS Pusing

Banyak orang menggunakan kata sakit kepala dan pusing untuk menggambarkan keluhan di kepala. Padahal sakit kepala dan pusing itu berbeda. “Sakit kepala biasanya adalah rasa kepala seperti diikat kencang, atau gambaran mudahnya seperti cenut-cenut dan ditekan. Sementara pusing merupakan gambarang sekeliling tampak berputar dan goyang. Sangat penting untuk emngetahui gejala yang dirasakan pasien untuk mendapatkan treatment yang tepat.”

Jenis Sakit Kepala

Sakit kepala dibagi dua, primer (tidak bahaya dan sering) dan sakit kepala sekunder (sakit kepala berbahaya), seperti berikut ini :

  1. Nyeri kepala tipe tegang. Sering terjadi pada wanita dengan gejala nyeri dari mulai tengkuk, kepala sampai alis. Hal ini umumnya disebabkan oleh saraf kejepit atau otot tegang.
  2. Migren. Ditandai oleh rasa sakit kepala berdenyut dengan rasa sakit yang berlangsung selama 4-72 jam. Migren bisa hadir karena faktor genetis, maupun dipicu oleh makanan (cokelat, vetsin, keju, dll).
  3. Cluster. Sering menimpa para pria. Rasa khas nyeri kepala yang berkelompok dan biasanya muncul di waktu yang sama secara berulang, ditandai dengan mata merah dan berair yang disebabkan oleh kekurangan oksigen.
  4. Sakit kepala sekunder. Merupakan sakit kepala kronik progresif disertai adanya gejala lain. Sakit kepala jenis ini merupakan alarm tubuh sebagai gejala yang disebabkan oleh penyakit lain seperti tumor otak, infeksi otak atau pendarahan otak. Perlu wasada jika, rasa sakit yang dirasakan kian hari kian berat, penderita dapat terbangun dari tidur karena rasa sakit dan konsumsi obat penghilang rasa nyeri yang terus bertambah jumlahnya, sakit diperberat dengan batuk, bersin dan mengejan.

Penyebab Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala bisa sangat beragam, dari mulaipola makan, kurang olah raga, psikologis sampai risiko penyakit berat. Harus diwaspadai jika sakit kepala berulang dan tingkat sakit semakin parah, hal ini bisa menjadi alarmada yang salah dan harus di periksa lebih lanjut.” 

Cegah Sakit Kepala!

Agar sakit kepala berulang tidak terulang lagi, cermati beberapa hal berikut:

  • Perbaiki posisi tidur! Gunakan cukup satu bantal dan pakai dari bagian bahu.
  • Lakukan olah raga rutin terutama stretching pada daerah bahu untuk menghindari tension headache.
  • Jangan menggunakan tas pada satu bagian bahu saja dalam waktu lama, lebih baik gunakan tas ransel.
  • Perbaiki posisi duduk saat berkerja terutama di depan layar komputer
  • Jika terlalu lama duduk, cobalah untuk berdiri dan lakukan aktivitas lain minimal satu jam sekali
  • Sakit kepala sering dipicu karena kurang oksigen, perbanyak minum dan makan-makanan yang kaya nutrisi  zatbesi untuk membantu transportasi oksigen ke otak.

Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat maka dibutuhkan alat pendukung pemeriksaan yang berteknologi canggih dan terkini. Selain CT Scan dan MRI, memiliki Transcranial Carotid Doppler (TCD) yang sangat bermanfaat untuk langkah preventif. TCD mampu screening stroke, melihat aliran darah di pembuluh darah otak, dan dilakukan secara real time tanpa operasi dalam kurun waktu -/+ 30 menit dan hasilnya bisa langsung terlihat.

Emergency Services Find Doctor Booking Appointmen

Pin It on Pinterest

Share This