Pernahkah, Anda duduk lama sembil asyik membaca ataupun mengobrol bersama teman, tetapi ketika bangkit tiba-tiba kaki terasa kesemutan? Hampir setiap orang mengalami kesemutan atau kebas. Apabila terasa kesemutan, Anda akan refleks langsung memijat-mijat kaki untuk mengurangi kesemutan yang terasa kebal, ngilu, serta terasa kesetrum seperti ada aliran listrik. 

Kesemutan adalah sensasi tertusuk-tusuk, terbakar dan mati rasa di bagian tubuh tertentu, umumnya kesemutan/ paresthesia memang tidak berbahaya. Namun tidak jarang paresthesia dapat menjadi tanda untuk penyakit yang lebih serius. seperti ada ratusan semut yang tiba-tiba menjalar. Meskipun kesemutan dapat berangsur-angsur hilang jika menggerak-gerakkan bagian tubuh yang terasa kesemutan. Jangan pernah menganggap remeh gejala kesemutan, lantaran gejalanya kadang datang secara tiba-tiba dan juga cepat menghilang. Namun, Anda harus waspada bila kesemutan terjadi di satu bagian tubuh kemudian menjalar ke bagian tubuh lain di sekitarnya, yang kemudian memperburuk fungsi-fungsi tubuh lainnya. Apalagi kesemutan yang  berlangsung lama atau berulang-ulang bisa jadi itu adalah manifestasi tumor dibagian depan otak.

Semestinya kesemutan membutuhkan penanganan serius jika disertai dengan beberapa keluhan dan ditandai berbagai gejala seperti kejang-kejang, muntah, sakit kepala, gangguan penglihatan, dan pendengaran. Dalam istilah kedokteran untuk kesemutan disebut parestesia. Parestesia berarti sensitive pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dibangkitkan oleh perangsangan khusus dari dunia luar. Pada  umumnya kesemutan atau parestesia disebabkan oleh tekanan pada saraf, apabila tekanan pada saraf tersebut dihilangkan,  maka rasa kesemutan akan hilang juga. Namun, jika rasa kesemutan sering terjadi berulang, maka kondisi ini menjadi kronik dan dapat menjadi tanda adanya kerusakan saraf. Penyebab paresthesia kronik antara lain:

  1.  Stroke 
  2.  Diabetes, gula darah dapat menyebabkan kerusakan pada sel saraf (neuropati)
  3. Tumor pada otak atau sekitar saraf
  4. Radikulopati: Tekanan pada akar saraf sehingga menyebabkan timbulnya peradangan dan iritasi saraf. Tekanan dapat timbul dari: tumor, herniasi diskus (HNP)
  5. Kekurangan vitamin B1, B-6, B-12
  6. Konsumsi alkohol berlebih
  7. Iritasi saraf akibat efek samping terapi medis seperti kemoterapi
  8. Peyakit autoimun pada saraf misalnya multiple sclerosis
  9. Infeksi

Ketika sistem persarafan berjalan lancar, arus listrik kecil mengalir di sepanjang jaringan saraf di lengan, kaki, tulang belakang dan otak. Tetapi jika ada tekanan terus-menerus pada saraf, arus ini terhambat dan menyebabkan sensasi kesemutan. Kondisi ini terjadi misalnya ketika Anda jongkok atau bersila dalam waktu lama. Ketika Anda berdiri, tekanan pada saraf-saraf kaki dilepaskan dan arus persarafan kembali normal, maka kesemutan pun berangsur menghilang.

Mengapa kita kesemutan? Parestesi atau kesemutan ini timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf. Serabut-serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan dikenal sebagai serabut saraf sensorik. Tidak hanya kesemutan, saraf sensorik juga menyampaikan sensasi lain seperti raba, panas, dingin, nyeri, tekan, getar, dan rasa posisi. Kesemutan juga bisa terjadi karena metabolisme. Contohnya saja seperti pada penderita diabetes dimana dapat terjadi mikroangiopati (kekurangan makanan pada saraf) sehingga pembuluh darah dan perifer mengalami gangguan, konsumsi minuman beralkohol, dan merokok. Akibatnya akan timbulah kesemutan, kebas, atau keram. Tidak hanya itu, gangguan pembuluh darah, pada beberapa penyakit dengan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah yang akan memicu terjadinya kesemutan. 

Hal ini dikarenakan kekurangan asupan makanan di daerah dialiri pembuluh darah yang terganggu tersebut. Selain itu, kekurangan asupan nutrisi, khususnya vitamin-vitamin neurotopik juga mengambil peran cukup penting yang tidak boleh diabaikan. Kesemutan dapat saja berkaitan dengan timbulnya atau awal dari berbagai penyakit, seperti diabetes mellitus, dimana penderita kesemutan merupakan gejala adanya kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnyan darah yang mengalir di ujung-ujung saraf akan berkurang. Kesemutan dapat menjadi tanda adanya stroke ringan. Biasanya disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah di otak yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat.

Selain kesemutan, gejala lain yang muncul adalah rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar berbicara, pusing serta penglihatan kabur. Penyakit jantung, rematik, cytomegalorivus, dan penyakit lainnya. Sehingga jangan pernah sepelekan kesemutan yang Anda rasakan. Jika kesemutan kerap terjadi setiap saat segera periksakan. Jangan pernah menyepelekan kesemutan, karena kesemutan dapat menjadi awal dari berbagai penyakit.

Emergency Services Find Doctor Booking Appointmen

Pin It on Pinterest

Share This