Lakukan SADARI untuk mendeteksi dini terjadinya kanker payudara.

Penyebab pasti kanker payudara hingga saat ini belum diketahui. Namun, faktor-faktor risiko terjadinya kanker payudara dapat diketahui. Meskipun faktor risiko bukan merupakan penyebab terjadinya kanker payudara, namun ada beberapa yang dapat dicegah.

Faktor risiko dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat. Selain itu, secara spesifik karena payudara tergantung pada faktor hormonal, maka harus dikendalikan. Misalkan jangan terlalu lama menggunakan terapi KB hormonal atau sulih hormon.

Hamil dan menyusui secara tepat dapat melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk mendapatkan kelainan-kelainan di payudara sedini mungkin. SADARI dilakukan oleh setiap wanita. Pada wanita pra menopouse pemeriksaan SADARI dilakukan pada hari ke 5-10 setelah haid. Sedangkan wanita yang sudah memasuki masa menopause pemeriksaan SADARI dijadwalkan sesuai dengan tanggal yang diingat. 

Jika dari pemeriksaan SADARI dirasakan adanya suatu kelainan berupa benjolan atau nyeri pada payudara, kelainan kulit payudara, perubahan pada puting bahkan keluar cairan dari puting payudara, maka dilakukan deteksi awal dengan USG payudara atau mammografi. USG payudara dapat dilakukan bagi wanita dengan usia berapapun, dan mammografi untuk wanita berusia diatas 35 tahun.

Faktor Risiko Kanker Payudara

  1. Haid pertama pada usia di bawah 12 tahun
  2. Wanita yang tidak menikah
  3. Wanita menikah tetapi tidak memiliki anak
  4. Melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun
  5. Tidak Menyusui
  6. Wanita yang mengalami stres berat
  7. Menggunakan kontrasepsi hormonal dan atau mendapat terapi hormonal dalam waktu yang cukup lama
  8. Menopause pada usia lebih dari 55 tahun
  9. Pernah operasi tumor jinak payudara
  10. Riwayat kanker dalam keluarga
  11. Konsumsi lemak dan alkohol secara berlebih
  12. Perokok aktif dan pasif

Bagaimana Cara Memeriksa Payudara?

Untuk melakukan pemeriksaan SADARI, Anda memerlukan tangan, penglihatan, dan cermin. Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan tersebut dan lakukan cara berikut.

  • Perhatikan payudara Anda. Hampir setiap wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar (payudara kanan lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain).
  • Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.
  • Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  • Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
  • Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara Anda, termasuk di bagian bawah.
  • Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting Anda. Tempatkan jempol dan jari telunjuk Anda di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.

Pastikan semua permukaan payudara telah teraba dengan seksama. Hal yang perlu diperhatikan saat dan setelah melakukan pemeriksaan adalah tetap tenang jika mendapati perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada, namun sebagian besar perubahan fisik tidak mengarah pada kanker. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis kelainan. Sebagian besar benjolan pada payudara juga merupakan tumor jinak yang tidak bersifat kanker.

Emergency Services Find Doctor Booking Appointmen

Pin It on Pinterest

Share This