Delapan bulan telah berlalu, namun kasus COVID-19 di Indonesia masih terus meningkat dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Dilansir dari kawalcovid19, dilaporkan bahwa total kasus COVID-19 yang terkonfirmasi hingga 7 Oktober 2020 adalah 315.714 kasus, dengan angka kesembuhan 240,291 kasus.

PDSKJI Indonesia mencatat bahwa dalam 5 bulan sejak pandemi COVID-19 dimulai, terdapat 64.8% masalah psikologis yang terjadi. Masalah psikologis yang paling banyak terjadi adalah cemas, depresi, dan trauma psikologis. Dari total 4010 orang yang termasuk dalam studi PDSKJI, 71% diantaranya terjadi pada perempuan.

Berbagai masalah psikologis yang terjadi selama pandemi COVID-19 diduga memiliki hubungan erat dengan perubahan gaya hidup dan informasi mengenai bahaya COVID-19 yang beredar luas. Salah satu kebijakan dari pemerintah Indonesia yang mempengaruhi gaya hidup masyarakat adalah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dalam kebijakan ini disebutkan bahwa aktivitas di luar rumah harus dibatasi, bahkan hampir seluruh pekerja diharuskan untuk bekerja dari rumah. Dengan adanya keterbatasan ini, banyak orang mengalami kesulitan beradaptasi dan memiliki respon yang berbeda-beda. Menurut pandangan dokter spesialis jiwa, terdapat dua respon dari setiap orang dalam menghadapi COVID-19, yaitu:

  1. Reaktif, merupakan sikap seseorang yang merespon suatu keadaan dengan kondisi distres seperti tegang, agresif, dan panik.
  2. Responsif, merupakan sikap seseorang yang merespon suatu keadaan dengan kondisi eustres seperti tenang, bijak, dan mencari tahu kondisi tersebut dengan wajar.

Masalah psikologis seperti cemas, depresi, dan trauma psikologis umumnya terjadi akibat respon reaktif. World Health Organization memberikan beberapa tips menjaga kesehatan jiwa selama pandemi COVID-19 adalah:

  1. Mencari teman atau keluarga yang dipercaya untuk mengobrol dan menceritakan perasaan anda
  2. Menjalankan pola hidup sehat, seperti makan-makanan bergizi, tidur cukup, olahraga, dan tetap bersosialisasi dengan teman atau keluarga yang tidak satu rumah
  3. Tidak merokok atau mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang
  4. Mencari informasi mengenai COVID-19 dari sumber terpercaya
  5. Membatasi diri untuk mengakses informasi mengenai COVID-19 yang membuat anda merasa gelisah atau takut
  6. Melakukan hobi untuk menjaga kestabilan emosi

Apabila anda merasa bahwa rasa gelisah dan takut yang anda rasakan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera cari pertolongan ke dokter spesialis jiwa atau psikolog terdekat.

Emergency Services Find Doctor Booking Appointmen

Pin It on Pinterest

Share This