Semakin canggihnya teknologi dan berbagai macam kemudahan bahkan bervariasinya makanan, ternyata tidak selalu berdampak positif, namun berdampak pada pola hidup manusia yang kadang kurang terkendali. Akibatnya, berbagai macam penyakit justru muncul di usia muda, hingga anak-anak.  Bahkan, manusia jaman dahulu relatif bisa mempertahankan kesehatannya hingga berusia 80 tahun. Berbeda dengan manusia era sekarang yang mengalami banyak keluhan di usia muda. Salah satunya ialah penyakit tumor otak yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 10 tahun lalu. Menurut National Cancer Institute, persentase angka ketahanan hidup dalam 5 tahun setelah pasien terdiagnosa kanker otak pada tumor otak hanya sekitar 33%.  

Walaupun terdapat perkembangan pesat teknologi dan inovasi dalam penanganan tumor otak, namun tatalaksana tumor otak tetap merupakan sebuah tantangan. Meski terdapat alternatif lainnya, yaitu dengan penyinaran dengan peralatan canggih, seperti Gamma Knife. Namun, alat itu tersebut memiliki keterbatasan karena hanya bisa digunakan untuk ukuran tidak lebih dari 3 cm. Lalu, pembedahan tumor otak dimanakah yang sangat riskan dan membahayakan pasien?. 

Letak tumor yang paling membahayakan pasien adalah di batang otak. Jika sudah demikian, maka harapan nya memang fifty fifty. Dokter Spesialis bedah sekalipun harus lebih hati-hati dan teliti. Operasi tersebut dilakukan agar jaringan otak dapat kembali normal jangan sampai rusak. Tumor otak tidak mengenal batas usia. Selain menyerang orang dewasa, anak mulai dari balita hingga usia remaja juga rentan terhadap penyakit ini.

Sebenarnya apa penyebab utama dari tumor otak yang juga bisa jadi pemicu kanker tersebut? Faktor keluarga (5% tumor otak berhuBungan dengan faktor turunan)

  1. Eksposur terhadap infeksi
  2. Radiasi
  3. Sistem imun lemah
  4. Trauma kepala dan kejang
  5. Faktor lingkungan, misalnya gelombang elektromagnetic handphone, paparan bahan kimia 

Selain itu faktor genetik jadi pemicu penyakit tersebut. Jika ada riwayat keluarga yang pernah meninggal karena kanker, maka harus lebih waspada karena faktor genetik adalah salah satu pemicu tumbuhnya kanker. Tumor sendiri 30%-40% memiliki kans untuk kemudian berkembang menjadi jadi kanker. Selain itu, pola hidup dari konsumsi makanan yang kita santap sehari-hari ternyata juga sangat mempengaruhi penyakit tersebut. Junk food  yang banyak bertebaran diminati semua kalangan usia jadi salah satu penyumbang terbesar untuk penyakit mamatikan itu. Suntikan hormon pada banyak  ayam, sapi, dan lainnya sudah jadi hal umum sekarang. Padahal jenis makanan seperti itu jelas sangat tidak sehat. Suntik hormone pasti dilakukan untuk mempercepat pembiakan dagingnya. Faktor lainnya adalah hormonal, hingga mengakibatkan penderita kanker banyak diderita oleh kaum wanita. Kenapa demikian? Penderita kanker mayoritas adalah perempuan, karena banyak hormonal yang masuk dalam tubuh perempuan, seperti suntik KB, KB susuk, dan sejenisnya, itu memicu kanker.  Namun secara umum, pria lebih mungkin dibandingkan wanita untuk terkena tumor otak. Tetapi, beberapa jenis tumor otak tertentu, seperti meningioma, lebih sering terjadi pada wanita. Menurut cancer.net

Langkah awal agar kita tidak terkena tumor otak, diantaranya mengurangi makanan junk food, serta bagi wanita bisa menggunakan KB yang aman untuk investasi kesehatan jangka panjangnya. Seperti KB kalender atau vasektomi setelah dirasa cukup memiliki anak. Selain itu juga harus rajin medical check up pasca usia 40 tahun. Semakin dini dideteksi, maka akan semakin mudah pengobatannya. 

MRHP Advanced Oncology Center
Coming soon
Late 2020

“Komitmen kami untuk menjadi rumah sakit terbaik di Indonesia”

Emergency Services Find Doctor Booking Appointmen

Pin It on Pinterest

Share This